History
Asal Mula Cat Kuku

Asal Mula Cat Kuku

Taukah Anda asal mula cat kuku? Setiap wanita gemar merawat tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk kuku. Tampaknya, bagian tubuh yang disebutkan terakhir ini mendapat perhatian yang lebih. Hal ini terbukti pada kuku jari tangan dan kaki para wanita, yang bertabur warna-warna trendi. Pemilihan warnanya pun tak tanggung-tanggung. Ada yang berwarna lembut, ada juga yang berglitter dengan warna neon.

Mewarnai kuku sudah dilakukan sejak zaman Mesir kuno. Tujuannya adalah untuk membuat kuku tampak lebih cantik dan sebagai pelengkap penampilan. Nefertiti dan Cleopatra adalah ratu-ratu cantik yang gemar mewarnai kukunya. Bila Nefertiti gemar warna merah ruby, Cleopatra senang dengan warna merah hati. Pada zaman itu seluruh wanitanya sudah mengoleskan pewarna pada kuku masing-masing. Namun, hanya kalangan bangsawan yang diperbolehkan memoles kuku dengan warna terang.

Pewarna kuku yang saat itu dikenal dengan nama henna, tidak hanya dipakai oleh para wanita yang masih hidup. Henna yang menghasilkan warna cokelat kemerahan juga digunakan untuk mewarnai kuku-kuku Firaun Mesir yang sudah dimumikan. Tujuannya bukan lagi untuk memperindah, tetapi untuk mengawetkan kuku-kuku mereka. Penggunaan henna ini dianggap sebagai pewarna atau cat kuku yang paling tua.

Ternyata, asal mula cat kuku ini tidak hanya dimulai di Mesir. Pada 600 SM, di sebuah negara di bagian bumi yang lain, para wanitanya juga sangat memerhatikan warna kuku. Negara itu adalah Cina. Sejak zaman Dinasti Chou, wanita-wanitanya telah terbiasa memoles kuku. Bahan yang digunakan adalah putih telur, beeswax, gelatin, dan gum arabic. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan bunga-bunga yang sudah dihancurkan, lalu dicampur dengan tawas. Bunga yang biasa digunakan adalah anggrek dan daun bunga. Mereka menggunakan kain sebagai alat memolesnya.

Efek warna yang dihasilkan dari bahan-bahan ini, berubah-ubah. Sesaat setelah dibubuhkan ke kuku, ramuan ini memberi efek warna merah muda. Setelah didiamkan selama satu hari, warna berubah menjadi merah. Warna lain yang sering digunakan oleh wanita-wanita Cina pada zaman itu adalah warna perak dan emas.

Pada abad 20-an, istilah “menikur” pun mulai dikenal. Seiring berkembangnya waktu, pewarna kuku yang juga disebut sebagai cat kuku, digunakan oleh orang-orang zaman modern. Artis-artis kelas dunia tak pernah ketinggalan mewarnai kuku-kukunya. Hal ini terjadi sejak pewarna kuku modern muncul, yaitu pada 1920. Perlengkapan kecantikan yang modern ini pertama kali ditemukan oleh Michelle Menard. Meskipun cat kuku sudah lama dikenal, pada saat itu hanya ada satu warna cat kuku, yaitu hitam.

Ketika televisi berwarna muncul tahun 1960-an, barulah muncul cat kuku dengan berbagai warna. Para artis tak segan-segan memoles kuku mereka dengan warna merah, biru, kuning, atau emas. Mereka menggunakannya dengan menyesuaikan warna pakaian. Kegemaran para artis akan cat kuku, berkembang ke masyarakat. Hingga kini, bukan hanya artis yang senang mewarnai kuku, tetapi juga masyarakat biasa. Di mana pun dan kapan pun, kita bisa menjumpai wanita-wanita dengan cat kuku berwarna-warni.

Tak dapat dipungkiri, saat ini cat kuku sudah menjadi perlengkapan kecantikan yang popular dan biasa digunakan sehari-hari. Bahkan, saat ini cat kuku tampil semakin ceria dengan berbagai gambar yang sengaja dibubuhkan di atasnya. Motif bunga, hewan-hewan lucu, dan ikon-ikon bangunan di seluruh dunia, kerap menambah kecantikan cat kuku. Satu hal lagi yang menakjubkan, saat ini sudah ada profesi tertentu yang khusus menerima pesanan untuk mempercantik kuku-kuku para wanita.

Siapa sangka asal mula cat kuku yang dahulu sangat sederhana, kini berkembang menjadi mode yang trendi?

error: Content is protected !!