History
Asal Mula Contact Lens: Sejarah Panjang Lensa Penolong Mata

Asal Mula Contact Lens: Sejarah Panjang Lensa Penolong Mata

Meskipun lensa kontak tampaknya sebuah penemuan yang baru, asal mula contact lens ini ternyata cukup panjang juga sejarahnya. Diawali oleh sketsa pertama yang dihasilkan oleh ahli matematika, arsitek, pelukis sekaligus penemu dari Italia yang terkenal, Leonardo da Vinci (1452-1519) pada tahun 1508 yang menyarankan bahwa mata manusia yang mulai berkurang penglihatannya bisa dibantu dengan menempatkan air yang langsung bersentuhan dengan kornea. Namun sketsa yang dibuat oleh da Vinci mengenai lensa kontak itu baru mulai terealisasikan setelah lebih dari 350 tahun sesudahnya.

Pada tahun 1827, astronom Inggris Sir John Herschel mengusulkan sebuah ide untuk membuat cetakan mata seseorang. Cetakan tersebut nantinya diharapkan memungkinkan produksi lensa korektif yang ukurannya bisa sesuai dengan permukaan depan mata. Lensa korektif tersebut fungsinya untuk membantu penglihatan manusia secara pas tanpa perlu menggunakan kaca mata. Namun ide tersebut juga baru benar-benar digarap serius lebih dari 50 tahun kemudian. Ada beberapa kontroversi tentang siapa yang mengembangkan ide tersebut lebih dahulu.

Beberapa informasi mengatakan bahwa penemu yang berasal dari Jerman, FA Muller, menggunakan ide Herschel untuk menciptakan lensa kontak yang dikenal pertama pada 1887. Sedang beberapa informasi lainnya mengatakan bahwa sejarah asal mula contact lens ini diteruskan oleh dokter berkewarganegaraan Swiss bernama Adolf E. Fick dan pembuat kacamata yang berasal dari Paris dengan nama Edouard Kalt. Mereka yang dipercayai sebagai pembuat lensa kontak yang pertama kali dipasang pada mata manusia untuk memperbaiki masalah penglihatan pada tahun 1888.

Lensa kontak pada awal penemuannya memiliki ukuran yang berat dan menutupi seluruh permukaan depan mata, termasuk bagian putih dari mata yang disebut sclera. Karena sebagian besar scleral tertutup oleh lensa, suplai oksigen ke kornea pun menjadi terganggu, sehingga lensa kontak itu hanya boleh digunakan beberapa saja. Karena resiko yang masih tinggi tersebut, lensa kontak pada tahun-tahun tersebut belum diterima secara baik oleh masyarakat luas.

Kemudian pada tahun 1936, dokter mata William Feinbloom (1904-1985) yang berasal dari New York memperkenalkan lensa scleral terbuat dari kombinasi kaca dan plastik yang secara signifikan lebih ringan dari lensa kontak yang sebelumnya. Pada tahun 1948, pembuat kacamata Kevin Tuohy (1919-1968) semakin melengkapi perkembangan teknologi lensa kontak dengan memperkenalkan lensa kontak pertama yang menyerupai lensa kontak yang digunakan pada masa sekarang ini. Lensa ini disebut dengan lensa kornea karena ukurannya jauh lebih kecil dari diameter lensa kontak sebelumnya dan hanya menutupi bagian kornea mata.

Lensa kontak tersebut terbuat dari bahan plastik non-porous yang disebut polimetil metakrilat (PMMA). Meskipun PMMA merupakan jenis bahan pembuat lensa yang keras dan tidak gas-permeable, namun karena mereka dipasang dengan pas pada kornea, lensa ini ikut bergerak setiap mata berkedip, sehingga air mata yang membawa oksigen bisa mengalir di bawah lensa dan menjaga kornea tetap sehat. Jika pemasangannya benar, lensa kontak PMMA ini dapat dipakai selama 16 jam atau lebih. Berkat kemajuan dalam teknik manufaktur lensa dan keahlian dokter mata pada tahun 1950 hingga 1960-an menyebabkan banyak masyarakat mulai tertarik menggunakan lensa kontak tersebut.

Namun bisa dikatakan momen terbesar dalam sejarah lensa kontak adalah penemuan hidrofilik, sebuah hidrogel yang menjadi bahan lensa kontak lunak pertama yang ditemukan oleh ahli kimia Otto Wichterle dan Drahoslav Lim dari Republik Ceko pada tahun 1959. Penemuan Wichterle dan Lim ini telah berhasil meluncurkan 1.971 lensa kontak lunak pertama yang disetujui oleh FDA Amerika Serikat di bawah merek bernama Bausch + Lomb. Lensa kontak berbahan lunak ini kemudian semakin populer dibandingkan lensa kontak yang terbuat dari PMMA dikarenakan pemakaiannya dirasa jauh lebih nyaman dan aman.

Kemajuan lensa kontak semakin hari semakin baik, pada tahun 1990-an selain semakin banyaknya lensa kontak yang digunakan untuk harian dengan batas waktu pemakaian untuk 6 hingga 12 bulan, juga mulai dikenalkan peluncuran lensa kontak sekali pakai. Bahkan pada tahun 2000-an mulai diperkenalkan lensa yang bisa digunakan semalaman tanpa pemakai perlu risau untuk melepas lensa kontaknya sebelum tidur.

Hingga saat ini meskipun ketersediaan lensa kontak berbahan PMMA semakin meningkat teknologinya sehingga asupan oksigen ke mata juga jauh lebih baik, bahkan bisa memberikan penglihatan yang lebih tajam dari lensa kontak lunak, namun 90 persen dari lensa kontak yang diresepkan di Amerika Serikat, bahkan dunia adalah lensa kontak berbahan lunak atau yang sekarang disebut dengan soft lens.

Demikianlah asal mula contact lens yang sekarang ini tidak hanya digunakan untuk membantu penglihatan seseorang, namun juga semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan penampilan mata yang lebih cantik dan bergaya.

error: Content is protected !!