History
Asal Mula Kuku Palsu

Asal Mula Kuku Palsu

Kecantikan tidak hanya dibalut oleh wajah ayu, rambut tergerai menarik dan tubuh nan indah semampai saja. Kecantikan melalui pernak-pernik tubuh, salah satunya adalah kuku, juga menjadi fokus perhatian para wanita. Menghias kuku dengan kuku palsu pun kian marak dilakukan. Lalu bagaimanakah asal mula kuku palsu itu ada?

Kuku palsu atau sering disebut juga kuku artifisial sebenarnya merupakan salah satu cara wanita berdandan dengan menghias kuku melalui berbagai cara. Mulai dari mencat kuku hingga memberikan hiasan berupa tempelan-tempelan pada kuku seperti art nail dan lain sebagainya.

Jika pada masa lalu orang hanya memanjangkan kuku selanjutnya kuku tersebut dibentuk dengan gunting ataupun pemotong kuku, lalu dicat, kini kuku tak hanya sekedar dipanjangkan dan dicat melainkan dibuat hiasan beraneka bentuk dan juga ada yang dilukis.

Asal mula kuku palsu sebenarnya berawal dari jaman lampau sekitar ratusan tahun yang lalu di mana orang Mesir kuno menyukai simbol-simbol berupa gambar dan bentuk. Bahkan pada beberapa wanita kuno di Mesir, kuku yang dipanjangkan dan dihias dengan simbol-simbol tertentu dianggap sebagai status sosial dan juga status wanita yang hebat.

Di negara Eropa selanjutnya juga mengadopsi gaya kuku yang dihias, entah itu diberi cat maupun diberikan hiasan khusus. Kuku panjang berhias di eropa juga menggambarkan status sosial dan kebangsawanan. Masyarakat menilai bahwa wanita dengan kuku panjang yang dihias tidak melakukan pekerjaan berat sebagaimana rakyat ekonomi menengah ke bawah, sehingga kuku panjang dan dihias tersebut akan menunjukkan status sosial seseorang yang cukup tinggi tingkatannya.

Seiring perkembangan jaman, kuku yang dipanjangkan dan dihias tidak lagi menjadi simbol sosial, melainkan menunjukkan kecantikan wanita. Di beberapa negara wanita yang memiliki kuku panjang dengan diberi cat berwarna berani dianggap menantang secara seksual sehingga pada sekitar awal tahun 1900an, kuku panjang dan berwarna menjadi salah satu simbol sensualitas wanita.

Dapat dilihat gaya wanita-wanita masa sekitar tahun 1930 hingga tahun 1950, antara lain adalah bintang film yang dikenal panas seperti Marilyn Monroe memiliki kuku yang dipanjangkan dan dicat dengan warna merah menyala yang melambangkan daya pikat seksual yang dimilikinya. Demikian pula dengan banyak artis lain yang berlomba-lomba menghias kuku dengan cat berwarna menyala atau berani.

Pada tahun 1980 hingga tahun 1990an, warna cat kuku tidak hanya merah, namun juga hitam, hijau, biru, ungu dan lain sebagainya, disesuaikan dengan warna busana yang dikenakan. Namun tidak semua wanita berani mengenakan cat kuku berwarna tidak lazim seperti hijau dan biru. Sebagian besar wanita mengenakan cat kuku berwarna merah, pink, atau paling ekstrim adalah hitam.

Saat ini, mulai sekitar tahun 2010an, kuku tak lagi sekedar dihias dengan cat, melainkan kembali ke masa lampau di mana kuku palsu mulai dikenal, ratusan tahun lalu. Kuku kembali dihias dengan aneka bentuk, bahkan logo pun menjadi salah satu bentuk hiasan yang direkatkan pada kuku. Kuku yang dihias dengan motif majalah atau koran juga mulai menjadi trend saat ini. Hiasan ekstrim seperti bulu-bulu, boneka, mainan dan bahkan juga potongan kertas kecil-kecil yang direkatkan dan juga kuku yang dilukis kembali menghiasi trend mode kuku wanita masa kini. Kuku yang dihias tidak harus panjang, namun hiasan tersebut dapat bertahan cukup lama dan karena direkatkan dengan lem ataupun cat khusus yang dapat membuat hiasan kuku bertahan lama. Demikian asal mula kuku palsu. Semoga dapat menambah wawasan.

error: Content is protected !!