Diet
Diet Dan Nutrisi Untuk Insomnia

Diet Dan Nutrisi Untuk Insomnia

Insomnia adalah suatu gangguan aktifitas tidur. Menurut wikipedia, insomnia bisa diartikan sebagai gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun kesempatan itu ada. Kesulitan berulang untuk tidur bisa diartikan sebagai kesulitan untuk tidur walaupun sudah memasuki waktu tidur dan terjadi selama terus menerus dalam rentang waktu antara dua minggu hingga berbulan-bulan. Mempertahankan tidur walaupun kesempatan itu ada bisa diartikan sebagai terbangun ditengah malam ( sleep maintenance insomnia) dan kemudian tidak mampu untuk tidur lagi, atau bisa juga bangun lebih cepat ( early awakening insomnia ) dan tidak mampu untuk tidur lagi.

Penyebab insomnia

istock

Insomnia bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Psikis dan psikologis. Psikis dan psikologis bisa disebabkan oleh faktor stress, depresi, kecemasan, ketakutan dan kegelisahan.
  • Kelainan fisik. Kelainan fisik yang menjadi penyebab insomnia adalah terjadinya gangguan atau kerusakan syaraf otak yang memicu otak untuk memproduksi adrenalin dan kortisol, sehingga tubuh tidak dapat beristirahat, ataupun gangguan persendian. Contoh gangguan pada otak ini adalah penyakit ensefalitis, hipertiroidis ataupun alzheimer, sedangkan contoh gangguan persendian adalah rheumatoid arthritis.
  • Pemakaian obat-obatan kimia yang mengandung zat-zat tertentu seperti kafein, nikotin, kokain, amphetamin dan modafinil.

Penanggulangan dan pengobatan

Penanggulangan dan pengobatan insomnia dapat dilakukan dengan mengetahui lebih dahulu penyebab terjadinya insomnia. Apabila penyebabnya adalah gangguan fisik seperti nyeri kepala, dapat dilakukan dengan pemberian obat anti-histamin. Namun apabila penyebabnya adalah faktor psikis dan psikologis,  relaksasi dan hypnotheraphy bisa dilakukan untuk mengobatinya. Namun banyak yang belum menyadari bahwa melakukan diet atau konsumsi jenis nutrisi tertentu, dapat menanggulangi dan mengobati masalah insomnia. Apa saja macam diet dan nutrisi untuk insomnia?

Berikut ini akan disajikan beberapa macam diet dan nutrisi untuk insomnia sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Diet tinggi karbohidrat dan pemanis buatan. Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan pemanis buatan seperti beras putih dan jajanan manis olahan atau minuman suplemen. Karbohidrat tinggi dan pemanis buatan mampu merangsang sel syaraf untuk senantiasa aktif, sehingga insomnia masih bisa menyerang.
  • Betaine. Betaine merupakan sejenis senyawa yang mampu mendorong kinerja liver atau hati untuk memproduksi enzym kolina. Enzym kolina berfungsi sebagai zat simultan penenang syaraf otak, sehingga otak menjadi lebih relax dan tenang. Kandungan betaine dapat ditemukan dalam buah gojiberry.
  • Fitokimia. Kandungan fitokimia bermanfaat melepas hormon emphetamin yang berfungsi sebagai obat penenang syaraf dan otak. Fitokimia dapat ditemukan pada buah kelengkeng.
  • Scopoletin. Scopoletin adalah sejenis hormon yang mengatur dan menstimulasi serotonin dalam otot dan syaraf agar lebih tenang dan santai, sehingga mengurangi kadar kecemasan dan depresi. Scopoletin dapat ditemukan dalam buah mengkudu.
  • Potassium, tryptophan dan phenylalanine. Ketiga jenis enzym dan mineral ini bermanfaat untuk menurunkan ketegangan syaraf dan anti depresi, sehingga cocok digunakan untuk mengatasi masalah insomnia. Potassium, tryptophan dan phenylalanine banyak terdapat pada jintan hitam atau habbatussauda dan buah bidara.

Itulah beberapa macam diet dan nutrisi untuk insomnia yang harus dilakukan agar terhindar dari serangan insomnia akibat masalah psikologi atau stress. Akan lebih baik apabila penderita menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab stress, sehingga kesulitan tidur atau insomnia bisa dicegah. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!