Parenting
Diet Seimbang Untuk Bayi

Diet Seimbang Untuk Bayi

Siapa yang tidak ingin memiliki bayi yang sehat? Pasti semua orangtua memiliki keinginan untuk mempunyai bayi yang sehat. Namun pengertian bayi sehat selalu identik dengan bayi yang gemuk, sehingga para orangtua berlomba-lomba untuk membuat bayinya menjadi gemuk, bahkan terlalu gemuk. Sebenarnya ini tidak salah, namun membuat bayi terlalu gemuk sebenarnya justru tidak membuat bayi menjadi sehat. Kegemukan pada bayi justru akan membuat bayi menjadi rentan terkena penyakit, seperti hipertensi dan kolesterol. Agar terhindar dari peningkatan resiko terserang penyakit, ada baiknya jika orang tua memperhatikan pola makan gizi seimbang untuk bayi sesuai dengan piramida makanan bayi sehat.

Apa tujuannya?

Tujuan diet seimbang untuk bayi adalah mengurangi beberapa jenis makanan, minuman ataupun nutrisi tertentu yang belum diperlukan untuk bayi ataupun jika diperlukan ketersediannya sudah cukup dipenuhi dalam konsumsi jenis makanan tertentu. Konsumsi berlebih suatu jenis nutrisi atau makanan tertentu justru akan merugikan kondisi kesehatan bayi itu sendiri. Gangguan kesehatan yang menimpa bayi, bisa bersifat sementara ataupun bersifat permanen. Sebagai contoh kasus obesitas pada bayi dan anak yang bisa berdampak permanen.

Apa pedomannya?

Terdapat satu pedoman pasti apabila orangtua hendak melakukan diet seimbang untuk bayi. Pedoman atau panduan yang bisa digunakan adalah berdasarkan tabel grafik kartu menuju sehat milik balita yang telah dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan atau bisa saja mengikuti piramida makanan gizi seimbang untuk bayi dan balita yang pernah dirilis oleh FDA atau Food and Drug Administration Amerika Serikat. Namun apabila mengikuti panduan FDA, terdapat beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Hal ini disebabkan tingkat konsumsi nutrisi yang berbeda.

Apa saja yang perlu dikurangi?

Berikut ini beberapa jenis makanan atau nutrisi tertentu yang jumlahnya bisa dikurangi sebagai bagian dari diet seimbang untuk bayi, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Gula. Sebagian besar kebutuhan akan gula sudah dipenuhi dari susu atau makanan pendamping ASI yang lain, seperti bubur atau sereal. Konsumsi gula berlebih pada bayi justru akan memicu timbulnya karies gigi ataupun pengeroposan gigi susu bayi. Gigi yang keropos atau berlubang akan menyebabkan rasa nyeri dan akhirnya akan menyebabkan bayi rewel. Kelebihan gula pada bayi juga bisa. ┬áMemicu terjadinya overweight dan obesitas.
  • Lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan bayi mengalami overweight. Apabila dibiarkan, overweight yang dialami bayi akan menyebabkan bayi mengalami obesitas. Obesitas pada bayi justru akan menyebabkan bayi mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti sesak napas atau gangguan fungsi jantung dan peredaran darah. Lemak jenuh dapat ditemukan pada jeroan, daging kambing, otak dan makanan gorengan.
  • Olahan susu. Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang banyak mengandung lemak jenuh. Kebutuhan lemak jenuh oleh bayi sudah terpenuhi oleh Air Susu Ibu ataupun konsumsi susu formula tanpa gula. Pemberian makanan tambahan berupa keju sebenarnya tidak dianjurkan, karena bayi dapat mengalami kelebihan lemak. Kelebihan lemak akan memicu terjadinya overweight dan bila dibiarkan akan memicu obesitas.

Beberapa jenis nutrisi atau makanan diatas sebaiknya diperhatikan secara cermat konsumsinya, karena bayi sudah cukup mendapatkan asupan nutrisi yang diperlukan untuk proses tumbuh-kembangnya. Kelebihan asupan makanan atau nutrisi tertentu sebagaimana di atas, akan memicu terjadinya gangguan kesehatan dan bisa saja memicu gangguaan faal fungsi organ tubuh. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!