Parenting
Nutrisi Agar Berat Bayi Bertambah

Nutrisi Agar Berat Bayi Bertambah

Memiliki bayi yang montok dan sehat pastilah merupakan dambaan setiap orangtua. Bayi yang montok dan sehat tidak hanya membuat orangtua bangga, namun juga menandakan keberhasilan orangtua dalam menjaga dan memenuhi asupan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi. Definisi bayi yang montok dan sehat adalah kondisi berat dan umur bayi memiliki rasio yang seimbang berdasarkan kartu menuju sehat balita. Namun demikian, bayi yang sehat dan montok berbeda halnya dengan obesitas pada bayi. Obesitas pada bayi justru akan memperburuk kondisi anak ketika dewasa kelak. Hal ini disebabkan obesitas akan terus terbawa ketika dewasa dan pada akhirnya meningkatkan resiko penyakit jantung koroner atau stroke.

Apa pedomannya?

Menurut jurnal kesehatan yang pernah dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang diadaptasi dan disempurnakan dari FDA ( Food and Drug Administration ), jenis nutrisi agar berat bayi bertambah sebaiknya mengacu pada piramida makanan gizi seimbang untuk bayi dan balita. Piramida makanan adalah perencanaan pola makanan dengan gizi seimbang yang jumlah dan kadarnya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, sehingga berbagai nutrisi penting yang diperlukan dalam masa tumbuh-kembang balita tetap terpenuhi dengan jumlah seimbang.

Apa saja jenis nutrisinya?

Berikut ini akan diberikan beberapa jenis nutrisi agar berat bayi bertambah, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • ASI. Berikan ASI dan ASI eksklusif untuk bayi dengan usia hingga 6 bulan. Memang terkadang ada yang memberikan susu formula yang ditambah dengan tajin, yaitu air rebusan beras yang mengandung tepung, sehingga bayi merasa lebih kenyang.
  • Karbohidrat. Karbohidrat diperlukan sebagai makanan padat pendamping ASI ketika bayi memasuki usia 6 hingga 12 bulan. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sebesar 30% , dapat digunakan bubur tim yang dilengkapi dengan pure buah.
  • Lemak. Ketika menginjak usia 12-18 bukan, bayi memerlukan asupan lemak sebesar 30%. Selain digunakan sebagai sumber energi, lemak juga diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi, pembentukan sel-sel syaraf otak, pembungkus sel-sel syaraf dan pembuluh darah serta organ-organ tubuh penting lainnya seperti jantung dan hati. Kebutuhan lemak pada bayi dapat dipenuhi dari konsumsi susu dan telur.
  • Protein. Protein diperlukan tubuh untuk proses regenerasi sel, pembentuk synapsis saraf otak dan digunakan sebagai pembantu sistem imun tubuh. Kadar protein yang diperlukan oleh tubuh berkisar 25% pada bayi dengan usia 12-18 bulan. Kebutuhan protein oleh tubuh bisa dicukupi dengan konsumsi ikan, tahu dan tempe.
  • Vitamin. Berbagai jenis vitamin digunakan untuk membantu proses biokimia dalam tubuh. Selain itu, vitamin juga berguna untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh, serta sistem imun tubuh. Kebutuhan vitamin yang harus dipenuhi oleh bayi dengan usia 12-18 bulan berkisar antara 10%.
  • Mineral. Mineral berguna untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat tambahan yang membantu proses tumbuh kembang dan mempertahankan diri dari serangan penyakit. Kebutuhan mineral berkisar antara 5% untuk bayi dengan usia 12-18 bulan.

Itulah beberapa jenis nutrisi agar berat bayi bertambah yang harus dipenuhi. Satu hal penting yang harus menjadi perhatian adalah kesehatan. Jangan sampai bayi mengalami pertambahan berat badan namun rentan terhadap serangan penyakit akibat tidak melakukan imunisasi lengkap. Saat sekarang, pemberian imunisasi lengkap kepada bayi tidak akan dipungut biaya alias gratis, sedangkan jadwal pemberian imunisasi lengkap akan diberikan oleh tenaga kesehatan setempat seperti puskesmas atau klinik kesehatan. Semoga bermanfaat.       

error: Content is protected !!