Parenting
Nutrisi Penting Agar Cepat Hamil 

Nutrisi Penting Agar Cepat Hamil 

Kehamilan merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh pasangan suami istri, apalagi bagi mereka yang sudah lama menikah. Pasangan suami istri yang mendambakan kehamilan tidak hanya penting memahami masa ovulasi, tapi juga harus memahami apa saja nutrisi penting agar cepat hamil. Alasannya tentu saja karena nutrisi sangat penting untuk mempersiapkan tubuh dalam menyambut masa-masa terpenting dalam hidup Anda. Apabila nutrisi terpenuhi, maka kehamilan dan tumbuh kembang janin akan lebih terjaga hingga masa persalinan berlangsung.

Lalu, apa sajakah nutrisi penting agar cepat hamil? Simak ulasan berikut ini :

  • Mengonsumsi Susu atau produk turunannya
    Agar bisa hamil dengan cepat, pasangan suami istri harus rajin mengonsumsi susu dan produk olahannya, seperti : yogurt ataupun keju. Susu dan produk turunannya merupakan sumber protein tinggi yang bermanfaat menambah kesuburan suami dan istri. Namun jika Anda tidak menyukai protein hewani, Anda bisa menggantinya dengan susu kedelai yang juga kaya protein.
  • Mengonsumsi Vitamin E
    Vitamin E merupakan salah satu faktor terpenting untuk meningkatkan kesuburan pria dan wanita, misalnya meningkatkan produksi lendir rahim pada wanita dan meningkatkan kualitas sperma pada pria. Selain itu, vitamin E juga merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi sel telur dari paparan radikal bebas. Sumber vitamin E yang cocok untuk Anda, antara lain Kacang hijau, sayuran hijau, minyak biji bunga matahari, tomat, buah kiwi, tauge, padi-padian, gandum, dan lain sebagainya.
  • Mengonsumsi Vitamin B6 (Asam Folat)
    Nutrisi penting lainnya yang membantu mempercepat kehamilan adalah Vitamin B6, karena berfungsi sebagai mengatur hormon reproduksi pria dan wanita. Makanan kaya vitamin B6 bisa dikatakan merupakan suatu keharusan bagi pasangan yang berniat merencanakan kehamilan, karena dipercaya dapat meningkatkan implantasi yang mempercepat terjadinya kehamilan dan meminimalisir terjadinya keguguran. 
    Sumber vitamin B6, antara lain : tauge, sarden, pisang, kuning telur, kedelai, alpukat, tuna, hati, ginjal, ubi jalar, brokoli dan asparagus .
  • Mengonsumsi Vitamin D. 
    Vitamin D merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuburan, karena kekurangan nutrisi ini akan membuat tingkat kesuburan seseorang menurun. Oleh karena itu, sebelum merencanakan kehamilan, seorang pria dan wanita harus mencukupi asupan nutrisi, terutama kebutuhan vitamin D. Sumber vitamin D terbaik, antara lain : telur, minyak ikan, sinar matahari pagi, ikan tuna atau salmon dan susu.
  • Zat Besi
    Makanan yang mengandung Zat besi tidak hanya penting dikonsumsi pada saat kehamilan berlangsung, akan tetapi juga pada saat merencanakan kehamilan. Sumber makanan yang kaya akan zat besi, antara lain : sayuran hijau, roti, buah-buahan kering, sereal, daging merah, dan kacang-kacangan.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya Seng/Zinc
    Zinc merupakan mineral penting yang wajib dikonsumsi suami istri pada saat merencanakan kehamilan, karena dapat membantu kerja organ repoduksi agar lebih efisien, mencegah terjadinya komplikasi, dan membantu pertumbuhan janin. Makanan sumber zinc, antara lain : tiram, gandum, hati, kacang kemiri, dan lain-lain.
  • Vitamin C
    Vitamin C tidak hanya baik untuk kesuburan, tapi juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh pada wanita saat kehamilan berlangsung. Sumber vitamin C, antara lain  buah magga, jeruk, strawbery, jambu merah, dan lain-lain.


Selain mengetahui nutrisi penting agar cepat hamil, Anda tentu harus mengetahui beberapa makanan yang harus dihindari jika ingin cepat hamil, antara lain :

  1. Makanan yang mengandung merkuri, karena dapat menyebabkan cacat pada janin dan keguguran. Sumber makanan tersebut biasanya terdapat pada ikan laut  yang berukuran besar, seperti : hiu, marlin dan mackerel. 
  2. Junk food dan fast food, karena tidak mengandung gizi yang baik untuk ibu dan janin. Selain itu, makanan jenis ini juga mengandung zat kimia yang tidak baik bagi kehamilan dan janin, misalnya MSG, pengawet, pewarna, dan lain sebagainya. 
  3. Semua jenis makanan yang berpengawet, misalnya : sarden dan makanan kalengan.
  4. Minuman berkafein tinggi, seperti kopi, the, dan soda.
  5. Mengonsumsi alkhohol dan obat-obatan tertentu, misalnya obat diet, penghilang rasa sakit, dan lain sebagainya. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!