Parenting
Nutrisi tepat untuk anak hiperaktif

Nutrisi tepat untuk anak hiperaktif

Sebagai orang tua, tentu tidak menginginkan buah hatinya memiliki sifat dan perilaku yang sekehendak hati tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya. Perilaku sekehendak hati atau impulsif ini, bisa jadi merupakan salah satu pertanda anak memiliki sifat hiperaktif. Tanda lain dari anak hiperaktif adalah perilakunya yang berlebihan. Berdasarkan definisinya, anak dengan perilaku berlebihan ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu overaktifitas, hiperaktifitas dan sindrom hiperkinetik. Anak yang memiliki kecenderungan untuk tidak mau diam,tidak menaruh perhatian dan bertindak impulsif yaitu bertindak sekehendak hatinya disebut hiperaktifitas. Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki sifat hiperaktifitas, yaitu:

  • Cenderung tidak bisa diam.
  • Susah berkonsentrasi.
  • Sering berpindah-pindah tempat duduk.
  • Mudah bosan dengan satu aktifitas yang itu-itu saja dan mencari aktifitas lain.
  • Susah bersosialisasi dan sering mencari perhatian dengan berteriak-teriak.
  • Sering mengganggu teman-temannya.

Menurut salah satu penelitian tentang hiperaktifitas pada anak, yang dilakukan oleh dokter Ben Feingold pada tahun 1960-an, disimpulkan bahwa salah satu penyebab dari terjadinya kasus hiperaktifitas pada anak ditengarai adalah senyawa kimia bernama salisilat, yaitu sejenis senyawa kimia tambahan pada makanan. Selain salisilat yang berfungsi sebagai pengawet makanan, terdapat juga bahan pewarna makanan seperti quinoline yellow, yang merupukan pewarna artifisial makanan, serta sakarine dan siklamat yang merupakan pemanis buatan. Secara garis besar, penyebab utama terjadinya kasus hiperaktifitas pada anak adalah faktor zat aditif pada makanan, sehingga salah satu cara yang paling efektif dalam penanggulangan masalah hiperaktifitas pada anak adalah menghindari konsumsi makanan yang memiliki kandungan zat pengawet, pemanis buatan dan pewarna artifisial, serta memberikan nutrisi tepat untuk anak hiperaktif.

Apa saja jenis nutrisi yang tepat untuk anak hiperaktif?

Berikut ini akan disajikan beberapa nutrisi tepat untuk anak hiperaktif sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Asam lemak esensial omega-3 dan omega-6. Kandungan nutrisi yang berguna bagi pembentukan fungsi otak dan banyak ditemukan dalam minyak ikan ini, ternyata mampu menurunkan kadar hiperaktifitas anak sebanyak 60 % hingga 70 %.
  • Vitamin E. Vitamin E yang dikombinasikan dengan thiamin berguna untuk melindungi sistem syaraf otak. Vitamin E banyak terdapat pada kacang tanah, kacang almond, mede , biji bunga matahari dan biji labu.
  • Vitamin B. Vitamin B yang terdapat pada gandum murni, berfungsi sebagai sediaan glukosa bagi otak, namun pemberian gandum murni harus dengan batas wajar, yaitu sekitar 3 gram per-takaran saji.
  • Kalsium dan magnesium. Kalsium dan magnesium berguna untuk menghambat pelepasan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol, sehingga kecenderungan hiperaktifitas pada anak bisa ditekan. Kalsium dan magnesium banyak terkandung dalam sayur-sayuran berwarna dan buah-buahan.
  • Potassium dan seng. Potassium dan seng berguna untuk menyeimbangkan larutan kimia elektrolit otak, sehingga bisa mencegah hiperaktifitas anak. Potassium dan seng banyak terdapat pada pisang, jintan hitam atau habatussauda dan berry.

Itulah beberapa nutrisi tepat untuk anak hiperaktif yang digunakan untuk mengendalikan hiperaktifitas pada anak. Akan lebih baik jika anak dibiasakan untuk diberikan konsumsi makanan hasil buatan sendiri, terutama jajanan. Jajanan anak buatan sendiri tentu lebih aman, dibandingkan membeli jajanan luaran karena tidak mengandung bahan pengawet maupun pemanis dan pewarna buatan, namun demikian hendaknya dalam pembuatan jajanan olahan sendiri, juga hendaknya tidak menggunakan bahan pewarna buatan. Cukup gunakan pewarna alami, seperti warna hijau yang dibuat dari daun suji. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!