History
Sejarah Bedak Kecantikan

Sejarah Bedak Kecantikan

Bedak kecantikan merupakan salah satu bagian dari tata rias wajah ataupun kosmetik yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi wanita. Penggunaan bedak kecantikan merupakan salah satu cara termudah dan terpraktis dalam menyamarkan berbagai kekurangan pada permukaan kulit wajah seperti bekas jerawat, bekas cacar, flek hitam ataupun warna kulit yang tidak merata dan dapat terlihat hasilnya dengan segera. Jika pada saat sekarang penggunaan bedak kecantikan dianggap sebagai bagian dari perawatan kulit wajah dan keindahan, fakta sejarah bedak kecantikan justru sebaliknya. Pada awalnya, penggunaan bedak bukanlah ditujukan untuk perawatan kecantikan dan keindahan kulit, namun lebih menekankan pada aspek spiritual. Menurut berbagai sumber, pada jaman dahulu dan masih dapat dilihat pada suku pedalaman atau primitif saat sekarang, membalur bedak dianggap bisa menjauhkan diri dari pengaruh roh-roh halus.

Fakta sejarah

Bagaimanakah sebenarnya sejarah bedak kecantikan? Menurut berbagai sumber, sejarah tentang bedak kecantikan sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari sejarah kosmetika yang merupakan bagian dari perawatan kecantikan kulit dan wajah. Merujuk fakta sejarah bahwa penggunaan kosmetika seperti bedak dan lulur yang digunakan oleh Ratu Cleopatra di Kerajaan Mesir pada abad ke-3 SM, bisa dikatakan bahwa penggunaan bedak yang terbuat dari campuran kapur dan tanah liat serta lapisan serbuk timah tipis sudah digunakan sebagai campuran bedak kecantikan. Beberapa peradaban kuno seperti peradaban lembah Sungai Hindustan dan Sungai Gangga di India serta penggalian situs kuno pada kompleks makam Dinasti Chin dan Dinasti Han di China juga menggunakan campuran serbuk timah tipis.

Namun demikian, menurut Robert James Forbes, seorang ahli kimia dan sejarawan asal Belanda, sejarah bedak kecantikan bisa jadi lebih tua dibandingkan pada jaman Cleopatra. Seperti yang dialansir pada jurnal studinya yang diberi nama Studies in Ancient Technology, dikatakan bahwa penggunaan bedak sebagai bagian kecantikan kulit sudah dimulai pada masa kebudayaan lembah Sumeria kuno yang menggunakan serbuk bunga ochre kuning. Baru kemudian penggunaan ochre merah dan henna atau daun pacar digunakan oleh bangsa Mesopotamia yang merupakan keturunan bangsa Sumeria kuno. Seiring dengan perjalanan waktu, penggunaan bedak makin meluas di seluruh belahan dunia dan penggunaan bahan dasar penggunaan bedak juga makin beragam. Namun demikian, menurut berbagai sumber, penggunaan bedak juga masih dikhususkan untuk kalangan terbatas.

Jika bedak kecantikan sebelumnya masih menggunakan bahan dari bunga, tanah liat ataupun campuran serbuk timah, memasuki periode abad ke-7, penggunaan bahan-bahan yang terbuat dari beras ataupun gandum serta bubuk mutiara mulai digunakan. Menurut berbagai sumber, sejarah bedak kecantikan di daerah Asia dimulai ketika penggunaan bubuk mutiara mulai dipopulerkan pada masa pemerintahan Dinasti Tang di China serta diikuti dengan penggunaan bedak yang terbuat dari tanaman sejenis beras di jaman pemerintahan Tokugawa di Jepang pada sekitar abad ke-15. Bangsa Yunani dan Romawi yang terletak di kawasan Eropa juga mulai menggunakan bedak yang terbuat dari gandum dan sebagian besar digunakan oleh kaum bangsawan, keluarga kerajaan, pejabat pemerintahan dan saudagar kaya agar terlihat lebih menarik, menyamarkan keriput, flek hitam ataupun pigmentasi dan mengesankan awet muda. Pada paruh abad ke-18, pamor bedak kecantikan di Eropa mulai meredup, hal ini disebabkan karena campur tangan pemerintah dan penguasa setempat yang melarang penggunaan bedak dari beras dan gandum yang sempat mengancam persediaan bahan pangan yang didapatkan lewat perdagangan dengan bangsa Asia.

Demikianlah sejarah bedak kecantikan sebelum periode akhir abad ke-19 yang akhirnya mulai berkembang pesat pada awal abad ke-20 seiring ditemukannya penggunaan bahan kimia yang aman hingga sekarang. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!