History
Sejarah Sepatu Hak Tinggi

Sejarah Sepatu Hak Tinggi

Perkembangan dunia fashion dan perak-perniknya tidak pernah berhenti. Mulai dari pakaian, asesoris, dan sepatu. Siapa yang tidak kenal dengan sepatu high heels? Sepatu dengan hak tinggi yang digemari kaum hawa.

Para desainer berlomba-lomba menciptakan model high heels yang memiliki nilai estetika dan cenderung ekstrim. Christian Louboutin membuat sepatu balet yang ber-hak tinggi. Bayangkan saja, kita tidak akan nyaman memakainya karena sepatu itu memaksa kita untuk bertumpu di ujung kaki.

Sementara sepatu high heels karya Rene Van den Berg mendapat gelar sepatu paling menyeramkan di dunia, karena memiliki hak ekstra tinggi dan posisinya juga terbalik. Sehingga mau tidak mau pengguna harus berjalan menunduk agar tidak jatuh.

Di balik gemerlapnya dunia fashion siapa sangka, sepatu-sepatu menawan yang ada saat ini memiliki sejarah yang unik pada masa awal kemunculannya. Mari kita simak bersama!

Sepatu Heels (4000 SM)

Terungkap sebuah fakta unik. Para arkeolog telah menemukan sepatu kuno yang tersimpan selama ribuan tahun di kuil Luxor, Mesir. Ternyata sepatu high heels sudah ada sejak tahun 4000 SM. Masyarakat Mesir Kuno memakai sepatu dengan hak tinggi di bagian tumit. Sepatu itu terbuat dari kulit hewan. Para pedagang hewan Mesir Kuno memakainya untuk menghindari kotoran sisa-sisa penyembelihan hewan.

Dikutip dari sebuah berita yang dirilis antaranews.com, Veldmeijer, asisten direktur Egyptology of the Netherlands-Flemish Institute di Kairo. Sepatu yang digunakan masyarakat Mesir Kuno kala itu menunjukkan status penggunanya.
“Sandal adalah alas kaki yang umum dipakai di Mesir sementara gaya dan kualitas sepatu itu seperti membuat ‘semua orang melihatmu’ dan ‘sepasang sepatu mahal akan memberimu status lebih,’” ujar Veldmeijer.

Model Sepatu Heels (1400-1700)

Pada tahun 1500-an Ratu Perancis, Catherine de Medici, senang memakai sepatu high heels. Tidak hanya wanita, pada tahun 1701, Raja Louis XIV juga memakai sepatu dengan hak merah. Sepatu itu dikhususkan untuk orang-orang yang memiliki status dan kekuasaan tertentu. Misalnya: anak buah dan para pejabat pemerintahan.

Tidak hanya Raja Louis yang menjadikan sepatu sebagai lambang kekuasaan dan kekayaan. Para wanita di Turki, Italia, dan Spanyol pada era tersebut juga memakai sepatu high heels untuk menunjukkan status mereka. Semakin tinggi hak-nya maka semakin tinggi statusnya.

Sepatu dengan hak tebal dan tinggi 5-36 inchi ini disebut sepatu Chopines. Biasanya sepatu itu tersembunyi di balik gaun panjang yang dikenakan wanita Italia, Turki, dan Spanyol pada masanya.

Sepatu Chopines selain berfungsi menunjukkan status penggunanya, ia juga berguna untuk menghindari lumpur. Sepatu yang memiliki julukan sepatu ‘kematian yang menakutkan’ itu memiliki model yang tidak nyaman dipakai dan berat. Sepatu Chopine membatasi gerakan wanita yang memakainya.

Sementara itu di Asia pada tahun 1600-an, tepatnya pada masa pemerintahan Dinasti Qing, sepatu platform sudah digunakan para pria. Dan saat ini telah dimodifikasi menjadi sepatu high heels yang juga dikenakan oleh para wanita.

Awal High Heels Masa Kini (1954)

Sepatu hak tinggi Stilleto lahir di tahun 1950-an. Roger Vivier yang menciptakannya. Sepatu dengan hak yang runcing dan tipis ini membuat kaki pemakainya terlihat lebih jenjang. Sangat menawan saat digunakan ke pesta.

Setelah Stilleto diluncurkan, bermunculan model-model sepatu hak tinggi yang lainnya. Model sepatu Stilleto masih tetap eksis hingga saat ini dan telah dimodifikasi sehingga terlihat mewah dan glamor.

error: Content is protected !!