History
Sejarah Tentang Mascara

Sejarah Tentang Mascara

Berbicara mengenai estetika ataupun kecantikan kulit tubuh dan wajah, tentu tidak bisa dipisahkan dengan kosmetika. Kosmetika merupakan salah satu cara cepat dan praktis dalam memperbaiki ataupun memperindah estetika dan penampilan tubuh ataupun wajah yang dianggap “kurang” sempurna. Kosmetika sendiri terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu bedak, perona bibir dan salah satunya adalah mascara. Mascara merupakan salah satu bagian kosmetika yang sebagian besar digunakan untuk menyiasati bulu mata yang pendek agar terlihat lebih panjang, lentik dan menarik. Bagaimanakah sebenarnya sejarah penemuan mascara? Beberapa data dan fakta sejarah tentang mascara berikut ini mungkin bisa sedikit “menguak” tentang serba-serbi mascara yang boleh dibilang relatif panjang.

Fakta sejarah

Menurut berbagai sumber, sejarah tentang mascara dimulai semenjak akhir abad ke-19 ketika salah seorang warga Inggris kelahiran Perancis bernama Eugene Rimmel mendirikan sebuah toko pewanginya sendiri yang diberi nama House of Rimmel, setelah sebelumnya belajar dari ayahnya yang merupakan seorang ahli dibidang kosmetik dan kecantikan. Rimmel yang lahir pada tahun 1820, masih berusia 14 tahun ketika mendirikan kios kecantikannya sendiri dan inovasi terbesarnya adalah ketika Rimmel mulai membuat mascara tanpa zat berbahaya atau lebih dikenal dengan non-toxic mascara buatannya sendiri dan menjadi produk yang dikenal diberbagai negara, termasuk negara kelahirannya sendiri yaitu Perancis. Produk yang mampu membuat penampilan menjadi lebih mempesona ini, akhirnya menarik minat seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika. Pria ini bernama T.L Williams.

Menurut Vogue,  sejarah tentang mascara di Amerika dimulai ketika T.L Williams mencoba mengaplikasikan campuran antara Vaseline petroleum jelly dengan debu batubara kepada adik perempuannya agar bulu matanya terlihat lebih lebat dan hitam di sebuah laboratorium kecil miliknya pada tahun 1914. Setelah melakukan beberapa percobaan agar menemukan komposisi yang tepat, produk untuk memperindah penampilan bulu mata ini akhirnya dijual kecil-kecilan dan diberi nama lash-in-brow-line. Produk ini akhirnya banyak dikenal dan laku keras di New York, tapi karena nama produknya yang mungkin dirasakan terlalu aneh, akhirnya William merubah nama produknya menjadi Maybelline, kombinasi antara nama adiknya Maybel dan Vaseline. Akhirnya dibuatlah industri skala besar mascara pada tahun 1917 di New York dan diberi nama Maybelline Cake Mascara yang dapat digunakan untuk pemakaian sehari-hari. Produk ini berbentuk padat dengan campuran antara lilin dengan pigment mascara yang telah disempurnakan.

Produk yang akhirnya tenar ini memang sedikit menyulitkan pemakaiannya dalam pemakaian sehari-hari dan dirasakan kurang praktis. Hal ini disebabkan belum ditemukannya penggunaan aplikator tongkat mascara, sehingga pemakai harus membasahi kuas dengan larutan khusus dan baru mengaplikasikannya pada bulu mata. Walaupun dapat mengesankan bulu mata yang tebal dan hitam, namun untuk mengesankan bulu mata yang lentik dirasakan kurang optimal. Penggunaan kuas basah untuk mengaplikasikan mascara akhirnya perlahan mulai ditinggalkan ketika Helena Rubinstein mulai membuat tabung modern dan aplikator tongkat mascara pada tahun 1957. Sejarah tentang mascara lengkap dengan tongkat aplikatornya yang ditemukan oleh Helena Rubinstein ini ditandai dengan diluncurkannya sebuah produk mascara yang diberi label Max Factor dan menjadi cikal bakal bentuk mascara saat sekarang karena mudah di aplikasikan, praktis dan mampu mengesankan bulu mata menjadi lebih lentik.

Hingga saat ini, mascara sudah mengalami berbagai metamorfosis dalam penggunaan dan fungsinya. Fungsi mascara saat ini tidak hanya berguna untuk melentikkan dan membuat bulu mata menjadi lebih hitam dan lebat, mascara juga berguna untuk melembabkan dan menjaga kesehatan bulu mata agar tidak mudah patah. Demikianlah sejarah tentang mascara yang sebaiknya perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!