Parenting
Vitamin untuk Anak

Vitamin untuk Anak

Vitamin untuk anak. Sebagai orangtua, perkara terpenuhinya nutrisi anak sering menjadi kecemasan utama. Orangtua akan semakin cemas apabila anaknya susah makan, atau hanya mau jenis makanan tertentu saja (picky eater). Jika anak hanya mau makan beberapa suap, lalu bagaimana berat badannya bisa bertambah dan kebutuhan gizinya terpenuhi?

Untuk mengatasi masalah anak susah makan ini, orangtua kadang memutuskan untuk memberi multivitamin tambahan untuk anaknya. Namun seberapa efektif multivitamin tambahan ini bagi anak?

Faktanya, anak yang susah makan tidak selalu harus diberikan multivitamin tambahan, atau yang sifatnya menambah nafsu makan. Kesulitan makan pada anak harus dicari penyebabnya, apakah anak sedang tumbuh gigi, sakit, atau alasan psikis misalnya trauma karena pernah dipaksa makan meski ia sedang tak ingin makan. Jika sedang tumbuh gigi, sebaiknya tawarkan makanan lunak agar gusinya tak tersakiti. Apabila anak mengalami masalah psikis hingga tak mau makan, orangtua perlu menggali masalahnya apa.

Vitamin untuk anak. Dr. William Sears menjelaskan bahwa kasus “sedang tak ingin makan” pada anak adalah hal biasa, meski terkadang membuat orangtua cemas. Yang perlu dilakukan orangtua adalah tetap menawarkan makanan alami yang bergizi dan disajikan dengan bentuk atau warna yang menarik, serta membuat suasana makan menjadi semenyenangkan mungkin sehingga anak tertarik pada makanan. Bagaimanapun, vitamin yang paling baik untuk diberikan pada anak adalah yang alami seperti buah dan sayuran. Karenanya, kedua bahan makanan ini wajib hukumnya di menu harian anak.

Lalu bagaimana dengan multivitamin yang dapat menambah daya tahan tubuh agar anak tak gampang sakit? Sama saja, pada dasarnya tidak ada multivitamin yang terbukti meningkatkan sistem imun. Sebab pada usia balita, sistem imun anak memang sedang berkembang sehingga mereka gampang sakit. Cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah berikan ASI eksklusif, makanan alami, tidur cukup, lingkungan sehat, serta imunisasi tepat waktu.

Mengenai keterpenuhan nutrisi sendiri, dr. William Sears meyakinkan orangtua untuk tak terlalu risau pada nutrisi harian, namun mingguan. Sebab, dalam seminggu, anak-anak mungkin akan mengalami 1-3 kali momen tak ingin makan. Namun sisanya, ketika nafsu makannya sedang meningkat, ia akan makan apa saja. Artinya, nutrisi yang kurang di hari ini akan digantikan oleh nutrisi yang masuk ke tubuh anak di hari lain (prinsip subsidi silang), sehingga pada dasarnya gizi yang dibutuhkan anak tetap terpenuhi.

Vitamin untuk anak. Lalu apakah itu berarti multivitamin tambahan yang dijual di pasaran sama sekali tak berguna? Tidak juga. Dalam keadaan tertentu, anak-anak membutuhkan suplemen vitamin, misalnya pada anak dengan gizi buruk, anemia parah karena kekurangan zat besi, sirosis hati berat, atau menderita sindrom kwashiorkor (malnutrisi). Pemberian suplemen vitamin pada kasus ini berfungsi sebagai terapi.

error: Content is protected !!